Naiknya Tarif IPL untuk Menjaga Nilai Investasi dari Properti

Succeeder.net – Naiknya biaya IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan) oleh pihak pengelola Green Pramuka City Apartemen mulai bulan April 2016 masih kurang disetujui oleh sebagian penghuni GPC. Sebetulnya, langkah itu ada karena naiknya UMP (Upah Minimum Pekerja) DKI Jakarta serta harga dari berbagai komponen penentu IPL waktu itu.

Naiknya Tarif IPL untuk Menjaga Nilai Investasi dari Properti

Danang S Winata, selaku Deputi Manager Pengelola Apartemen Green Pramuka City berkata, bahwa tak hanya GPC saja yang menerapkan kenaikan tersebut. “Hampir semua apartemen sekarang ini juga menaikkan IPL, jadinya bukan cuma kami saja yang melakukannya,” kata Danang S Winata ketika ditemui kru wartawan Merdeka.

Menurutnya, pihaknya memang tidak mudah menghindari kenaikan IPL gara-gara meningkatnya UMP Jakarta serta naiknya harga-harga lainnya. Akibatnya, biaya pengelolaan dan upah pekerja di lingkungan apartemen yang mayoritas dibayar pakai UMP itu juga mengalami kenaikan. Misalnya pada seorang petugas kebersihan dan juga petugas keamanan.

Kenaikan IPL tersebut juga dipengaruhi oleh adanya perawatan tambahan untuk fasilitas yang ada di kawasan apartemen. Fasilitas yang sudah usang kalau tidak dilakukan perawatan yang baik justru akan merugikan para penghuni. Jadi, kalau ditilik dari segi kematangan apartemen, seharusnya juga diiringi oleh kematangan sikap para warga.

Sudah ada empat menara yang terbangun. Dengan kata lain, tingkat keterisian untuk 4100 unit bangunan itu sekitar 60%. Hal ini juga bisa mempengaruhi terjaminnya kualitas pelayanan untuk para penghuninya. Padahal pihak pengelola dituntut agar bisa menjaga nilai investasi agar tidak anjlok yang bisa merugikan masa depan apartemen tersebut.

Faktor inflasi juga turut berperan dalam naiknya tarif IPL. Ketika uang yang beredar ke masyarakat tidak berbanding dengan nilai gunanya, harga-harga yang ada juga mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut berkaitan dengan komponen gaji karyawan, biaya operasional, dan juga biaya asuransi gedung apartemen.

“Kalau tak dinaikkan, tentu bisa mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan apartemen dan juga kualitas pelayanannya. Terutama pengelola juga harus bisa menjaga biar nilai investasi apartemen yang ditanam para pemiliknya bisa stabil, bahkan naik kalau perlu,” terangnya.

Danang juga mengakui, bahwa tidak sedikit fasilitas bersama yang juga memerlukan perawatan dan penjagaan. “Pastinya semuanya itu juga perlu biaya yang jelas tidak sedikit,” katanya.

Sebagian warga yang protes tersebut meminta diberlakukan status quo. Soalnya belum ada pemahaman tentang legal standing. Untuk menanggapi protes tersebut, pihak pengelola bilang, bahwa tidak ada status quo. Apabila terdapat status quo tentu akan memberatkan pihak pengelola yang sekaligus pemberi jaminan keamanan dan kenyamanan fasilitas.

Berdasarkan bahasanya, status quo berasal dari bahasa Latin. Maknanya adalah kondisi yang terjadi saat ini yang tengah berjalan. Kondisi tersebut biasanya memiliki antitesis terhadap perubahan atau bisa dibilang sebagai kata lain dari anti perubahan. Hal tersebut yang kiranya memberatkan pihak pengelola karena investasi harus berjalan dengan baik.

Beberapa warga melakukan aksi protes. Protes tersebut ada karena jumlah kenaikannya tidak representatif dengan jumlah penghuni Apartemen Green Pramuka City yang mencapai lebih dari 4.000 orang.

Danang juga menganggap aksi protes dari warga itu wajar. “Di Indonesia ini, tarif naik sedikit saja pasti protes. Mirip mahasiswa yang melakukan aksi demo gara-gara BBM naik. Sebetulnya naiknya IPL itu untuk kesejahteraan bersama. Selain itu, juga untuk menciptakan situasi yang nyaman dan tenang untuk para penghuni dengan cara bersama-sama.”

Dia juga berkesimpulan, bahwa pihak pengelola tentu memiliki alasan kuat terhadap naiknya IPL. Dia berharap supaya aksi protes dari sebagian kecil warga yang terasa berlebihan itu tidak mengganggu keharmonisan warga Apartemen Green Pramuka City lainnya. Ketika suasana tenang, kesejahteraan warga pun akan mudah dibangun.

Naiknya Tarif IPL untuk Menjaga Nilai Investasi dari Properti | Arif Buana Putera | 4.5